Selasa, 28 Juli 2015

syair bulan dan senja

Di keremangan senja
matahari baru saja menyelip ke peraduan malamnya
seperti terpaksa ia tinggalkan siang
bulan muncul gundah pun tibul
ia tak paham kesepian ini
kisah tentang tadi siang telah hilang di bawa angin meninggalkan jejak di ujung senja sana
Sekelumit kisah melayang
Berpisah di perbatasan mega petang
Bintang tak hentinya berkelip dengan bulan menyabit
Dia mencibir, membuat si perindu tersentak
Dihapusnya air mata dengan senyuman
Saat semua bayangan mendustainya
Tak dapat ia percaya takdir yang sakti ini telah menipunya

syair pria menyedihkan

Disini aku punya cerita.
cerita tentang pria yang menyedihkan.
Dia sangat pandai sembunyikan tangisan.
dia juga pintar simpan perasaan.
dia mencintai seorang gadis dengan diam-diam.
dia bukan penyair.
Dia pecinta yang merasa gugur sebelum memperjuangkan cintanya.
dia pria yang terlalu mahir mengubur rasa,membilas air mata.
Gadis yang ia cintai itu wajahnya sangat cantik meski tanpa kosmetik.
Pria menyedihkan itu mempunyai kenangan manis,ketika ia dipertemukan dengan gadis itu oleh semesta.
ketika itu di satu sore langit tengah cerah dipayung indah senja jingga.
dia memandang gadis itu dari kejauhan dan mengaguminya diam-diam.
tida berapa lama datang seorang pria,setelah sedikit berbincang pria itu menggandengnya dan pergi dari pandanganya
Semenjak kejadian itu,
dia menikmati patah hatinya dengan selalu berdoa dan berkata,
“semoga gadis itu selalu bahagia"
Terakhir kudengar kabar dari purnama,pria menyedihkan itu tersenyum lalu mengabadikan cintanya kepada gadis itu lewat puisi ini.
ini cerita seorang pria menyedihkan.
dia bukan penyair,
dia juga bukan pecundang,
dia hanya berhenti berharap sebelum memulai harapanya.

syair tulisan hati

ini adalah sajak rindu yang terpendam
tersimpan dalam jejak sunyi
ini adalah syair sendu yang terbuang 
tertinggal dalam lubuk kalbu
ini adalah tinta dari air mata 
yang mengalir dari setiap luka 
yang di tulis bersama desau angin tiupkan pilu
ini adalah cerita tentang lara hati 

saat ku lalui musim tanpa mu

syair duka lara

Roda hidup terus bergulir
Menuntun ku ke naifan fana
Di manisnya kata yang tersembunyi di balik indahnya lara
menjadi lumrahnya sketsa tabir kehidupan
Akankah benar bahagia?
Aku bertanya pada amarahku
Aku menari di atas kegundahanku
Aku berjalan di batas sadarku
Dan aku melihat dunia dengan tawa kecut mengihasi duka ku
Terdengar begitu komersil untuk dipertontonkan..
aku yang terlunta brmain indah dibalik lara

PUISI TANGISAN JIWA

di sunyi seperti ini
ingin ku tangisi senja
di antara sepi yang mendera
ingin ku tangisi rindu
bersama bayang mu yang kian manja
semburat bias senja
membawa sejuta kalimat
mencoba merubah duka jadi tawa
menyibak nestapa menjadi kidung
ingin ku tangisi senja ini
saat kau toreh rasa pada sayatan duri
lelah hati menepi
gelegar jiwa menjerit lara
entah senja ke berapa telah ku baca
menjadi syair puisi tentang tangisan jiwa